JAKARTA — Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya integritas dan pencegahan korupsi guna mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Hal tersebut ditunjukkan melalui peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025 yang dikemas dalam rangkaian kegiatan Integrity Fest 2025 bertema “Seminggu Beraksi, Integritas Tanpa Henti”.
Puncak peringatan HAKORDIA 2025 ditandai dengan pelaksanaan Integrity Day yang digelar di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk merefleksikan dan memperkuat nilai-nilai antikorupsi dalam setiap proses bisnis dan layanan kepada masyarakat.
Jasa Raharja menempatkan integritas sebagai prinsip fundamental dalam menjalankan mandat negara, khususnya dalam memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat. Manajemen menegaskan bahwa upaya pencegahan korupsi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus terinternalisasi secara konsisten sebagai budaya kerja di seluruh lini organisasi.
Peringatan HAKORDIA 2025 dirancang secara edukatif, reflektif, dan apresiatif melalui berbagai agenda, di antaranya talkshow penguatan integritas bersama narasumber eksternal, pemutaran video perjalanan kampanye integritas Jasa Raharja dari tahun ke tahun, penayangan program Radio of Integrity, Synergy, & Ethics (RISE), serta pemberian apresiasi kepada unit kerja yang aktif mengembangkan budaya kepatuhan melalui Video Compliance Culture Challenge (VIDCALL).
Talkshow integritas menghadirkan Rocky Gerung sebagai narasumber utama yang mengulas isu korupsi dari perspektif filosofis, budaya, hingga tantangan penerapan tata kelola di lingkungan korporasi, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diskusi tersebut dipandu oleh Marializia Hasni dan diharapkan mampu memperluas wawasan serta kesadaran etis insan Jasa Raharja dalam menjalankan peran dan tanggung jawab profesional.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, menegaskan bahwa integritas merupakan nilai yang tidak terpisahkan dari mandat pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagai institusi yang hadir untuk melindungi masyarakat, kami meyakini bahwa pelayanan yang adil, transparan, dan akuntabel hanya dapat terwujud jika seluruh insan perusahaan menjunjung tinggi nilai antikorupsi. Integritas adalah landasan kami dalam melayani sepenuh hati dan menjaga kepercayaan publik, ” ujar Harwan.
Ia menambahkan bahwa budaya zero tolerance terhadap korupsi memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Penguatan budaya kepatuhan dan sistem pengendalian internal akan berdampak nyata pada pelayanan prima, mulai dari proses administrasi hingga kehadiran petugas Jasa Raharja di lapangan dalam memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan, ” tambahnya.
Melalui peringatan HAKORDIA 2025, Jasa Raharja menegaskan perannya sebagai representasi kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Integritas diposisikan sebagai prasyarat utama untuk memastikan seluruh layanan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Dengan mengusung semangat “Integritas Tanpa Henti”, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum HAKORDIA, tetapi sebagai karakter dan identitas perusahaan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Updates.