FKLL Februari 2026 Bedah 7 Titik Rawan Laka di Padang, Jasa Raharja Sumbar Dorong Langkah Konkret Tekan Kecelakaan

    FKLL Februari 2026 Bedah 7 Titik Rawan Laka di Padang, Jasa Raharja Sumbar Dorong Langkah Konkret Tekan Kecelakaan

    PADANG — Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Padang terus diperkuat melalui Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Februari 2026. Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat menghadiri sekaligus berpartisipasi aktif dalam forum yang digelar di Kantor Satlantas Polresta Padang, tepatnya di Unit Gakkum.

    Forum ini menjadi ruang strategis untuk membedah data kecelakaan tahun 2025 sekaligus merumuskan langkah konkret penanganan di lapangan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Gakkum Polresta Padang Iptu Zulkifli, Kanit Kamsel Polresta Padang Iptu Adha Tawar, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Padang Andri Susanto, serta perwakilan Dinas PUPR Kota Padang Bidang Bina Marga Erwin Fenti.

    Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa keselamatan jalan tidak dapat ditangani secara parsial. Seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa pendekatan berbasis data dan koordinasi berkelanjutan menjadi kunci utama menekan angka kecelakaan.

    Dalam forum tersebut, dilakukan analisis mendalam terhadap data kecelakaan sepanjang 2025 di Kota Padang. Dari hasil pemetaan, teridentifikasi tujuh kecamatan yang masuk kategori titik rawan laka. Pembahasan tidak hanya menyoroti jumlah kejadian, tetapi juga faktor penyebab, karakteristik kecelakaan, kondisi geometrik jalan, hingga perilaku pengguna jalan.

    Sebagai tindak lanjut, tim sepakat melakukan survei lapangan bersama di tujuh ruas jalan yang teridentifikasi rawan kecelakaan. Survei ini bertujuan memastikan kondisi riil di lapangan, termasuk kelengkapan rambu, marka jalan, penerangan, serta potensi konflik arus lalu lintas. Hasilnya akan menjadi dasar rekomendasi teknis bagi instansi terkait untuk perbaikan infrastruktur maupun rekayasa lalu lintas.

    Selain aspek teknis, FKLL juga membahas rencana edukasi keselamatan berbasis domisili di sejumlah kelurahan sekitar titik rawan laka. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena menyasar langsung masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut. Dalam jangka pendek, akan dipasang spanduk imbauan keselamatan di tujuh titik rawan guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.

    Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh pihak dalam forum tersebut.

    “Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan seluruh pemangku kepentingan dalam forum ini. Analisa berbasis data dan tindak lanjut konkret merupakan kunci untuk menekan angka kecelakaan. Jasa Raharja mendukung penuh langkah-langkah preventif seperti survei lapangan dan edukasi keselamatan, karena perlindungan terbaik bagi masyarakat adalah mencegah kecelakaan itu sendiri, ” ujar Teguh Afrianto.

    Melalui FKLL Februari 2026, penanganan titik rawan laka di Kota Padang diharapkan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan sistematis dan terukur. Dengan kolaborasi yang konsisten, Kota Padang ditargetkan mampu membangun budaya berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

    fkll februari 2026 jasa raharja sumbar titik rawan laka padang kecelakaan lalu lintas kota padang satlantas polresta padang dinas perhubungan padang dinas pupr padang survei lapangan rawan kecelakaan teguh afrianto keselamatan berlalu lintas sumatera barat
    AmeliaRiski_JIS Sumbar

    AmeliaRiski_JIS Sumbar

    Artikel Sebelumnya

    Jaga Dokumen Negara, ATR/BPN Gandeng Taruna...

    Artikel Berikutnya

    Skandal Korupsi DPRD Sumbar, 40 Anggota...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kekacauan di SSK II Pekanbaru, 5 Jam Penundaan Penerbangan Super Air Jet
    Jutaan Rakyat AS Protes Kebijakan Trump dalam Aksi 'No Kings'
    NTB Siapkan 30 Ribu Sapi Kurban untuk Jabodetabek
    Aspirasi Masyarakat akan Ketidakadilan, DPR Panggil Jaksa Bahas Kasus Videografer Amsal Sitepu
    Vonis Kasus Sabu 2 Ton, Dari Tangis ABK Hingga Sorotan DPR

    Ikuti Kami