MEDAN – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dalam upaya percepatan restorasi arsip pertanahan pascabencana di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan-Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) oleh 30 Taruna/i STPN.
Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN, Awaludin, menyatakan bahwa keterlibatan taruna/i bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi bagian penting dari upaya menjaga dokumen negara dan menjamin keberlanjutan pelayanan pertanahan.
“Ketika kalian membantu kami merestorasi arsip pascabencana, sejatinya kalian itu sedang ikut menjaga ingatan negara dan memastikan pelayanan pertanahan berjalan dengan baik, tertib, akuntabel dan berkelanjutan, ” ujar Awaludin saat menyambut kehadiran taruna/i di Aula Adhiguna, Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (10/2).
Dalam kesempatan tersebut, Awaludin mewakili Sekretaris Jenderal ATR/BPN untuk menerima dan menyerahkan 30 Taruna/i STPN yang akan menjalankan KKNP-PTLP. Restorasi arsip dilakukan dengan lokasi kerja sementara di Kabupaten Langkat, wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh.
Ia menargetkan proses restorasi dapat diselesaikan dalam waktu empat bulan ke depan. “Insyaallah dalam empat bulan ke depan, taruna/i bisa menyelesaikan restorasi arsip yang terdampak bencana, ” tuturnya.
Menurut Awaludin, arsip pertanahan bukan sekadar kumpulan dokumen administratif. Di dalamnya tersimpan nilai sejarah, kepastian hak atas tanah, serta aspek keadilan bagi masyarakat. Melalui program ini, Taruna/i STPN akan membantu pemulihan arsip pertanahan sepanjang kurang lebih 780, 6 meter linier.
Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa selain restorasi arsip, ke depan juga akan dilakukan sensus pertanahan dengan melibatkan masyarakat.
“Melalui program KKNP-PTLP, Taruna/i STPN kami tugaskan untuk membantu restorasi arsip pertanahan pascabencana. Ke depan, kami juga akan melaksanakan sensus pertanahan dengan melibatkan masyarakat guna menghimpun kembali arsip yang tidak dapat diselamatkan serta melakukan verifikasi fisik bidang tanah, ” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Sri Pranoto, menyatakan komitmennya untuk mendampingi para taruna/i selama bertugas. Pendampingan mencakup pembimbingan teknis, penyediaan ruang praktik terbaik, serta dukungan penuh agar pelaksanaan KKNP-PTLP berjalan optimal di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
“Tentunya kami akan memastikan para taruna akan dibimbing secara maksimal agar memperoleh pengalaman praktik yang berkualitas selama bertugas di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, ” terang Sri Pranoto.
Pada kesempatan yang sama, Ketua STPN, Sri Yanti Achmad, menyerahkan bantuan dua unit alat ukur kepada Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh, masing-masing satu unit Total Station dan satu set Real-Time Kinematic Global Navigation Satellite System (RTK-GNSS). Bantuan ini diharapkan mendukung kegiatan pengukuran dan pemulihan data pertanahan di wilayah terdampak bencana.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito; Kepala Kantah Kota Langsa, Dedi Rahmat Sukarya; sejumlah Pejabat Administrator di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara; serta para Kepala Kantah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara.
Kolaborasi ATR/BPN dan STPN ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keberadaan arsip pertanahan sebagai dokumen negara yang krusial, sekaligus mempercepat pemulihan layanan pertanahan bagi masyarakat pascabencana.
