Koperasi Merah Putih: Motor Ekonomi Desa, Target Tuntas Juni 2026

    Koperasi Merah Putih: Motor Ekonomi Desa, Target Tuntas Juni 2026
    Ilustrasi Koperasi Merah Putih

    Jakarta - Langkah konkret pemerintah untuk merajut kekuatan ekonomi akar rumput kini tengah digeber. Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih digenjot habis-habisan, dirancang sebagai pilar utama yang akan menopang denyut perekonomian di setiap penjuru desa. Ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah visi besar untuk menghadirkan pemerataan pembangunan dan memperkuat sendi-sendi ekonomi kerakyatan.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, membeberkan optimisme tinggi terhadap progres pembangunan ini. Ia menargetkan seluruh 29.000 unit Koperasi Desa Merah Putih yang telah memiliki lahan segera rampung pembangunannya.

    "Ini bisa diselesaikan yang 29.000 sudah ada lahan segala macam, tadi sampai Mei–Juni mudah-mudahan bisa diselesaikan, " ungkap Zulkifli Hasan, menggarisbawahi komitmen kuat untuk mewujudkan infrastruktur ekonomi desa yang merata.

    Lebih dari sekadar bangunan kokoh, Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup dan berdaya saing. Keberadaannya kelak akan menjadi jembatan vital bagi masyarakat desa untuk mengakses kebutuhan pokok seperti pupuk, gas elpiji 3 kilogram, sembako, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Tak hanya itu, koperasi ini juga akan menjadi saluran distribusi yang efisien bagi produk-produk unggulan UMKM desa, membuka peluang pasar yang lebih luas.

    Peran strategis koperasi ini kian menguat dalam kerangka kebijakan nasional, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Koperasi Desa Merah Putih akan bertindak sebagai pemasok utama bahan baku, sekaligus menjadi penghubung krusial antara hasil produksi UMKM desa dengan kebutuhan program pemerintah yang berdampak langsung pada perbaikan gizi anak bangsa.

    "Koperasi Desa Merah Putih ini akan men-supply SPPG. Koperasi Desa Merah Putih sendiri nanti akan menampung hasil dari offtaker dari hasil UMKM yang ada di desa. Jadi ini program Bapak Presiden itu satu dengan lain semua terkait, " tegas Zulkifli Hasan.

    Konsep integrasi ini menjadikan koperasi bukan hanya sebagai unit usaha semata, melainkan sebuah instrumen pembangunan sosial dan ekonomi yang saling bersinergi. Produk pertanian, kerajinan tangan, hingga komoditas lokal lainnya akan memiliki kepastian pasar yang lebih baik, mendorong kemandirian dan produktivitas desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

    Dengan harapan besar, Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi warisan kebijakan ekonomi kerakyatan yang mampu menorehkan dampak positif jangka panjang bagi kemajuan bangsa.(**)

    koperasi desa ekonomi rakyat pembangunan nasional umkm ketahanan pangan
    Linda Sari

    Linda Sari

    Artikel Sebelumnya

    Menteri Nusron Batalkan Pembatalan 717 Sertipikat...

    Artikel Berikutnya

    Jaga Dokumen Negara, ATR/BPN Gandeng Taruna...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Koperasi Merah Putih: Motor Ekonomi Desa, Target Tuntas Juni 2026
    Menteri Nusron Batalkan Pembatalan 717 Sertipikat Tanah Transmigrasi di Kalimantan Selatan, Hak Masyarakat Dipulihkan
    Dukungan Kemenbud untuk Perayaan 100 Tahun Jam Gadang
    FGD PERADI-SMSI: Membedah KUHAP Baru yang Dikhawatirkan Melanggar HAM
    Ketika Mesin Menggenggam Leher Nurani: Jurnalisme di Bawah Bayang-Bayang AI

    Ikuti Kami