JAKARTA — Jasa Raharja memaparkan kesiapan skema terintegrasi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H yang digelar Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Kantor Kemenhub, Jakarta.
Rakor yang dipimpin langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tersebut dihadiri kementerian dan lembaga terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, serta jajaran pimpinan BUMN sektor transportasi dan infrastruktur. Kehadiran Jasa Raharja menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesiapan sistem transportasi nasional sekaligus memastikan perlindungan dasar bagi masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Dalam arahannya, Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya kesiapan teknis seluruh moda transportasi sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan aspek keselamatan tidak terlewat, termasuk kesiapan armada dan antisipasi lonjakan penumpang. Maskapai penerbangan diminta menyiapkan penerbangan tambahan jika diperlukan, sementara pengelola pelabuhan diingatkan agar tidak terjadi kemacetan seperti momentum Nataru sebelumnya, khususnya dalam pengelolaan area penampungan kendaraan.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa kesiapan perusahaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pra-mudik, arus mudik, hingga arus balik. Bersama Korlantas Polri dan para pemangku kepentingan, Jasa Raharja telah melakukan survei jalur serta pemetaan titik rawan kecelakaan.
Selain itu, petugas Jasa Raharja di 63 cabang dan 29 kantor wilayah turut melaksanakan ramp check bersama Ditlantas di masing-masing Polda, yang hingga kini masih berlangsung. Dalam mendukung pengamanan Lebaran, Jasa Raharja juga akan mengoperasikan 25 pos pelayanan terpadu, termasuk di KM 81 yang difungsikan sebagai check point untuk pengecekan kesehatan dan layanan pendukung di luar rest area.
Perusahaan juga mengoptimalkan kolaborasi dengan rumah sakit guna memastikan proses penjaminan korban kecelakaan berjalan cepat dan tepat. Melalui optimalisasi zero pending claim, Jasa Raharja menargetkan seluruh korban kecelakaan dapat dilayani secara efektif, transparan, dan tanpa penundaan.
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN yang mendukung transformasi layanan nasional, Jasa Raharja terus memperkuat digitalisasi sistem santunan, integrasi data dengan kepolisian dan rumah sakit, serta peningkatan standar pelayanan publik. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan negara hadir memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Partisipasi dalam rakor ini menegaskan komitmen Jasa Raharja dalam menghadirkan pelayanan prima dan mendukung keselamatan berkendara selama pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026.

Updates.