Agam, Sumbar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana alam di Kecamatan Palembayan. Berdasarkan laporan resmi Kapolsek Palembayan AKP Alwizi Safriadi, S.H., hingga Senin (24/11/2025) tercatat sedikitnya 15 titik bencana berupa tanah longsor, pohon tumbang, banjir, serta badan jalan provinsi yang amblas.
Bencana tersebar di sejumlah nagari dan jorong, menghambat akses jalan utama dan mengancam keselamatan warga.

"Menyikapi kondisi ini, kita sudah tugaskan seluruh personil untuk bergerak ke titik - titik lokasi bencana untuk Maksimalkan Penanganan, Lakukan Evakuasi dan Pengamanan" Ulas AKP Alwizi Kapolsek Palembayan.
Serangkaian bencana tercatat terjadi hampir bersamaan, di antaranya ada Enam titik tanah longsor di wilayah Nagari Tigo Koto Silungkang, Sungai Puar, dan Salareh Aia Timur. Material longsor menimbun badan jalan provinsi dan kabupaten dengan ketinggian mencapai 3 meter.
Dua titik pohon tumbang yang menyebabkan kabel listrik putus dan akses kabupaten tertutup total.
Satu titik badan jalan provinsi amblas sepanjang ±20 meter di Kelok Marambuang Piladang.
Satu titik banjir di ruas Jalan Nasional Manggopoh–Simpang Empat dengan ketinggian air sekitar 60 cm yang merendam 25 unit rumah warga dan menutup akses kendaraan.
AKP Alwizi juga menyampaikan bahwa saat ini, kondisi jalan Padang Koto Gadang menuju Matur telah putus total, dan saat ini hujan dengan intensitas tinggi masih terus berlangsung.
Sejak awal kejadian, jajaran Polsek Palembayan juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan para wali nagari untuk memastikan penanganan cepat di lapangan.
Kapolsek Palembayan menegaskan bahwa seluruh personel tetap siaga penuh mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi memicu bencana tambahan di sejumlah titik.

“Kondisi di Kecamatan Palembayan saat ini masih berstatus siaga karena hujan belum menunjukkan tanda mereda. Kami telah memetakan sejumlah titik rawan dan terus melakukan patroli serta pemantauan di lapangan, ” ujar AKP Alwizi Safriadi.
Ia juga menambahkan bahwa bencana yang terjadi dipengaruhi topografi Palembayan yang berbukit dan memiliki banyak jurang curam sehingga sangat sensitif terhadap curah hujan tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak melakukan aktivitas di daerah perbukitan yang rawan longsor, dan segera melapor apabila melihat tanda-tanda bencana. Personel Polsek siap membantu kapan pun dibutuhkan, ” tegas AKP Alwizi
Hingga berita ini diterbitkan, intensitas curah hujan di wilayah Palembayan masih tinggi dan diprediksi dapat memicu longsor maupun banjir susulan.
Polsek Palembayan terus berkoordinasi lintas unsur untuk percepatan penanganan serta memastikan keselamatan warga.
(Berry)

Dina Syafitri