Tanah Datar, Sumbar — Polda Sumbar bersama pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta sejumlah instansi terkait menggelar forum dialog dan sosialisasi bertema “Pencegahan Tindak Asusila dan Penguatan Ketahanan Sosial dalam Dinamika Global” di Gedung Pratidina Polres Tanah Datar, Senin (24/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan penyimpangan perilaku, kekerasan, dan tindak asusila di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.
Acara tersebut dihadiri oleh Kasubdit Binpolmas Polda Sumbar Kompol Syafrizen, S.H., Kasat Binmas Polres Tanah Datar AKP Rikisman Shaleh, serta perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kemenag, Kesbangpol, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala jorong, mahasiswa, pelajar SMA hingga SMP.
Dalam sambutannya, Kompol Syafrizen menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Menurutnya, tantangan perubahan budaya dan arus informasi global membutuhkan pendekatan edukatif dan humanis.
“Pencegahan tindak asusila, kekerasan, serta perilaku berisiko harus dilakukan melalui edukasi yang sehat, pendekatan humanis, dan penguatan nilai sosial-budaya lokal. Kita juga perlu memahami dinamika global dengan sudut pandang seimbang, berfokus pada kesehatan mental dan perlindungan generasi muda, ” jelasnya.
Perwakilan Dinas Pendidikan menekankan peran sekolah sebagai ruang aman bagi peserta didik. Kurikulum pendidikan karakter, literasi digital, serta layanan konseling dinilai menjadi langkah preventif penting dalam mencegah perilaku menyimpang di lingkungan pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan juga menambahkan bahwa isu sosial, termasuk terkait identitas gender dan seksualitas, harus dilihat melalui pendekatan kesehatan masyarakat.
Fokus utamanya adalah pencegahan kekerasan, risiko kesehatan, dan penyediaan layanan psikososial yang ramah serta tidak diskriminatif.
Sementara itu, tokoh adat, agama, dan masyarakat mendorong penguatan nilai budaya dan komunikasi antargenerasi. Mereka menilai ruang dialog yang terbuka antara orang tua dan generasi muda dapat mengurangi potensi konflik sosial dan penyimpangan perilaku sejak dini.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana pelajar dan mahasiswa aktif membahas isu pergaulan sehat, penggunaan media sosial, kesehatan reproduksi, serta tantangan moral di era digital.
Forum ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang peduli, inklusif, dan berdaya menghadapi perubahan zaman, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap generasi muda di Tanah Datar.
(Berry)

Dina Syafitri