Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar Asistensi Kampung Bebas Dari Narkoba di Payakumbuh, Tekankan Penyelamatan Generasi Muda
Payakumbuh, Sumbar – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat melaksanakan kunjungan asistensi dan pembinaan program Kampung Bebas Dari Narkoba di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, Senin (24/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika berbasis komunitas serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.


Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, memimpin langsung kegiatan tersebut dan memaparkan kondisi memprihatinkan terkait penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat, khususnya Kota Payakumbuh.
Ia mengungkapkan bahwa hampir 30 persen tahanan kasus narkoba di Mapolda Sumbar berasal dari wilayah tersebut, dengan mayoritas pelaku berada pada usia produktif 20–30 tahun.
“Payakumbuh merupakan wilayah strategis jalur lintas yang sering dimanfaatkan sebagai transit bahkan gudang sementara sebelum narkoba diedarkan ke Riau dan wilayah Sumatera lainnya. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, ” tegas Kombes Wedy di hadapan Wali Kota Payakumbuh, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ratusan warga.
Dalam paparannya, Kombes Wedy juga menyampaikan capaian pengungkapan kasus selama lebih dari empat bulan bertugas di Sumbar.
Selama periode tersebut, Ditresnarkoba Polda Sumbar berhasil menyita lebih dari 50 kilogram sabu dan hampir setengah ton ganja. Barang bukti yang sudah dimusnahkan mencapai 174 kilogram ganja dan 1, 4 kilogram sabu.
“Satu gram sabu bisa merusak tiga hingga empat nyawa anak muda. Artinya, 50 kilogram sabu berpotensi menghancurkan jutaan masa depan. Ini bukan sekadar angka, tetapi ancaman terhadap generasi penerus bangsa, ” ujarnya dengan nada tegas.
Selain itu, Kombes Wedy menekankan pentingnya penguatan peran masyarakat melalui relawan anti-narkoba, patroli lingkungan, laporan dini, serta optimalisasi posko Kampung Bebas Narkoba agar tetap aktif sebagai pusat edukasi, deteksi dini, dan penggerak pencegahan.
“Program ini tidak boleh berhenti pada spanduk dan seremoni. Pencegahan paling efektif dimulai dari keluarga, lingkungan terdekat, dan kesadaran diri, ” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan keagamaan sebagai benteng moral bagi generasi muda, serta mengapresiasi program Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta, seperti Gerakan Salat Subuh Berjamaah dan Kembali ke Surau, yang telah diadopsi Pemerintah Kota Payakumbuh.
“Iman yang kuat adalah pertahanan terakhir menghadapi bahaya narkoba. Ketika moral dan spiritual terjaga, pengaruh narkotika akan lebih mudah ditolak, ” tambahnya.
Wali Kota Payakumbuh, Dr. dr. Zulmeta, menyatakan dukungan penuh terhadap asistensi tersebut dan berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Payakumbuh bebas narkoba.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan posko Kampung Bebas Narkoba serta penandatanganan komitmen bersama oleh Forkopimda, tokoh masyarakat, dan unsur terkait sebagai bentuk keseriusan dalam pemberantasan narkotika di tingkat komunitas.
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam menyelamatkan generasi muda dari jeratan narkoba.
(Berry)

Dina Syafitri