MENTAWAI – Wakapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, memberikan penegasan tegas bahwa penugasan personel di Kepulauan Mentawai bukanlah bentuk "pembuangan", melainkan sebuah amanah berharga bagi anggota kepolisian yang terpilih dan memiliki kemampuan menghadapi tantangan geografis yang berat. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakapolda saat melakukan kunjungan kerja di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kepulauan Mentawai pada hari Sabtu, 4 April 2026.
Dalam arahannya kepada jajaran anggota, Brigjen Pol. Solihin menyatakan, “Jangan lagi ada anggapan Mentawai tempat buangan. Justru yang bertugas di sini adalah personel tangguh dan terpilih.” Penegasan ini bertujuan untuk mengubah persepsi negatif yang mungkin ada terkait penugasan di wilayah kepulauan tersebut.
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kabiro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Anissullah M. Ridha, dan Direktur Samapta, Kombes Pol. Achmadi, ini juga menjadi momentum bagi Wakapolda untuk menekankan kembali pentingnya menjaga integritas serta memperkuat hubungan kedekatan antara polisi dan masyarakat. Ia mengingatkan seluruh personel agar menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, menghindari gaya hidup yang berlebihan dan mewah, serta senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jangan mencari kesalahan masyarakat, tapi hadir memberi solusi. Layani masyarakat seperti keluarga sendiri, ” tegas Brigjen Pol. Solihin, menekankan filosofi pelayanan yang harus dipegang teguh oleh setiap anggota Polri.
Lebih lanjut, Wakapolda juga memberikan janji perhatian khusus terhadap pengembangan karier personel yang bertugas di wilayah kepulauan. Hal ini mencakup pemberian kesempatan promosi dan mutasi yang tepat waktu bagi anggota yang menunjukkan prestasi kerja yang gemilang. Komitmen ini diharapkan dapat memotivasi para personel untuk terus berkinerja optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Brigjen Pol. Solihin turut memberikan dorongan kepada putra-putri daerah Mentawai untuk memiliki keberanian bersaing dan bercita-cita menjadi perwira Polri. Ia secara spesifik mendorong mereka untuk mendaftar melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi (SIP). “Saya ingin ada putra asli Mentawai yang menjadi perwira. Kesempatan terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha, ” ujarnya, membuka lebar peluang bagi generasi muda setempat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Mentawai, AKBP Rory Ratno A., menyampaikan bahwa jajarannya berkomitmen untuk terus menjalankan tugas secara optimal. Ia mengakui adanya tantangan alam yang dihadapi, termasuk kondisi gelombang laut yang ekstrem ketika harus menjangkau wilayah-wilayah terluar kepulauan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat personel.
Kunjungan kerja Wakapolda Sumatera Barat di Mapolres Kepulauan Mentawai ditutup dengan sesi dialog interaktif bersama seluruh personel. Selain itu, dilakukan juga peninjauan terhadap berbagai fasilitas yang ada di lingkungan Mapolres, sebagai bentuk apresiasi dan perhatian terhadap kondisi kerja para anggota kepolisian di daerah tersebut.

Dina Syafitri