Padang, Sumbar– Upaya percepatan penanganan bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat terus menunjukkan hasil nyata. Kepolisian Daerah Sumatera Barat melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi enam jenazah korban bencana, dengan tingkat kecocokan uji DNA mencapai 99 persen dan diperkuat pengakuan resmi dari pihak keluarga.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Gatot Tri Suryanta dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Padang, Senin (15/12/2025).
Kapolda Sumbar menjelaskan, enam jenazah yang berhasil diidentifikasi merupakan hasil pencocokan data antemortem dari laporan masyarakat dengan data postmortem yang dikumpulkan tim DVI di lapangan.
“Hari ini ada enam jenazah yang berhasil teridentifikasi. Pihak keluarga telah menyatakan kecocokan, dan hasil uji DNA menunjukkan tingkat akurasi mendekati 99 persen, ” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
Dari enam korban tersebut, dua jenazah telah dipastikan identitasnya dan segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Korban atas nama Nabila Salsabila direncanakan dipindahkan dan dimakamkan di Pasaman Barat, sementara Rizky Muhammad Akbar, putra dari Ibu Mardiana, telah dimakamkan di kawasan Bungus.
Polda Sumbar memastikan pengawalan dan bantuan penuh hingga proses pemakaman selesai. Empat jenazah lainnya yang juga telah teridentifikasi masing-masing bernama Iwan Setiawan, Marionis, Aliyah Adi, serta satu jenazah yang masih menunggu kesepakatan akhir keluarga terkait lokasi pemakaman yang secara keseluruhan, lima jenazah berada di Bungus dan satu di wilayah Agam.
“Untuk jenazah yang masih dalam proses perundingan keluarga, kami siap membantu mulai dari penggalian hingga pemakaman ulang di lokasi yang ditentukan pihak keluarga, ” tegas Kapolda.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja intensif dan profesional tim DVI Polda Sumbar bersama Mabes Polri.
“Proses identifikasi dilakukan secara ilmiah, akurat, dan cepat agar keluarga korban segera mendapatkan kepastian. Kami mengimbau masyarakat yang masih kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke posko terdekat, ” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumbar Faizal menambahkan, hingga saat ini total korban meninggal dunia akibat bencana di Sumatera Barat mencapai 244 jiwa. Dari jumlah tersebut, 212 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 32 jenazah lainnya masih menunggu data pembanding dari keluarga.
“Seluruh data postmortem sudah tersimpan. Kami masih menunggu data antemortem dari pihak keluarga agar proses uji DNA bisa segera dilakukan, ” jelasnya.
Kapolda Sumbar menutup dengan mengajak masyarakat yang masih mencari anggota keluarga agar tidak ragu melapor melalui posko bencana atau layanan darurat 110.
(Berry)

Dina Syafitri